“Masih muda udah stres aja.”

Pernah nggak mendengar kalimat itu ketika sedang curhat atau sekadar bikin status di medsos saat kamu lagi merasa stres? Niatnya pengen melepas beban hidup, justru jadi tambah kesal. Akhirnya stres berujung emosian.

Setiap orang pasti mengalami stres

Tak perlu digubris kalimat tersebut. Nyatanya, remaja itu sering menjadi sasaran empuk dari stres dan galau berkepanjangan. Ingat, setiap orang pasti pernah merasa stres dan itu adalah hal wajar. Apalagi bagi remaja yang sedang dalam masa peralihan, sering dibuat bingung dengan serba ketidakpastian.

Walaupun wajar terjadi, rasa stres dan perasaan tertekan atau bahkan kehilangan harapan itu bisa berbahaya bagi kesehatan. Makanya, kita perlu mengenal tanda-tanda kapan seseorang dapat dikatakan sudah mengalami stres. Dari hasil ngobrol diskusi dan sharing bareng Dokter Muda RS Umum Pusat Dr. Moh. Hoesin Palembang dan Duta GenRe Sumatera Selatan 2016, Muh. Nurhidayatullah Pascadsh, S. Ked, di Online Group Chat Dokter Gen Z, orang yang stres cenderung emosian, seperti akan bertindak mudah marah atau murung.

“Orang yang stres cenderung menarik diri dari kegiatan yang menyenangkan, sering mengungkapkan kekhawatiran, mengeluh lebih dari biasanya, menangis, menampilkan reaksi ketakutan yang mengejutkan. Nggak jarang juga, stres menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan, sulit tidur, kesulitan konsentrasi, kesulitan mengingat, bahkan cenderung melakukan hal-hal negatif.”

Tips atasi stres tanpa emosian

(Photo via Pexels by Juan Pablo) via www.pexels.com

Nah biar stres nggak berujung emosian dan berdampak pada kesehatan kita, Dr. Adit berbagi tips yang bisa kamu coba. Yuk, disimak!

1. Berpikiran dan bertindak positif

Kita mungkin tidak dapat mengubah situasi sulit yang menimpa kita. Namun kita bisa mengubah sudut pandang untuk melihat situasi tersebut menjadi lebih positif. Tujuannya agar kita lebih tenang dan bijak dalam mengambil keputusan. Ketenangan batin merupakan hal yang penting.

2. Bercerita atau curhat dengan orang yang dipercaya atau orang terdekat

Hubungan pertemanan yang positif dapat membuat kita percaya diri dan membantu tetap terhubung dengan lingkungannya. Sebab, hal ini bisa menjaga komunikasi dengan orang-orang terdekat, membuat kita nyaman, dan nggak kesepian. Mereka juga bisa menjadi tempat berbagi ketika kita sedang menghadapi kesulitan atau permasalahan yang berat.

3. Menerapkan pola hidup sehat

Stres juga bisa diatasi dengan cara menerapkan pola hidup sehat, salah satunya adalah dengan menjaga pola makan. Dilansir dari The Journal of Physiology, seperti dikutip dari Hello Sehat, makanan dengan kandungan serat tinggi dalam pola makan harian dapat membantu mengurangi stres. Faktanya, bakteri yang bersarang di dalam usus bisa membantu menurunkan tingkat kecemasan serta stres pada tubuh.

4. Memberikan waktu untuk diri sendiri

Terkadang kita butuh waktu untuk sendiri atau me time sekadar untuk beristirahat sejenak. Psikoterapis, Emily Roberts, seperti dikutip dari NY Times, mengungkapkan menghabiskan waktu sendiri atau me time memiliki manfaat untuk mental, emosional, dan sosial. Bahkan melakukan me time dengan membuat suasana yang sunyi di sekitar kita dan meluangkan waktu untuk refleksi diri bisa membantu kita untuk menangani emosi berlebih dan stres.

5. Meluangkan waktu untuk hal-hal yang menyenangkan

Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya melakukan hobi-hobi yang jarang dilakukan, seperti melukis, berenang, ataupun menonton drama favorit. Apalagi di masa pandemi seperti ini, kita nggak jarang cepat merasa stres karena bosan ingin ke luar rumah. Waktu luang yang kita punya bisa diisi dengan hal-hal yang menyenangkan, misalnya mencoba resep yang lagi viral di media sosial atau video call dengan teman-teman demi mengobati rasa kangen.

6. Saling mendukung dan memotivasi untuk melakukan hal yang positif

Mental Health America mengungkapkan bahwa mendapatkan dukungan dan motivasi dari orang-orang terdekat bisa mengatasi stres. Sebuah studi penelitian mengungkapkan dengan terkoneksi ke orang-orang terdekat memberikan manfaat seperti memberikan kebahagiaan. Orang-orang terdekat yang mendukung dan memotivasi dengan hanya sekadar mendengarkan cerita kita pun bisa membuat hati tenang dan berpengaruh pada kesehatan.

Setiap dari kita pasti pernah mengalami stres. Nggak perlu emosian, stres merupakan bagian dari kehidupan kita sebagai manusia. Artinya, kita nggak akan pernah luput dari pengalaman merasakan ketegangan dalam hidup. Dr. Adit juga berpesan nih, apapun masalah yang dihadapi sebisa mungkin tenang menghadapinya dan selalu optimis untuk bisa melalui semuanya. Sebagai anak muda, hadapi masalah apapun dengan bijak. Stres bukan solusi, tapi stres bisa kita hindari dan hadapi dengan selalu berpikir positif serta percaya bahwa kita bisa!

 

 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya