Dalam suatu hubungan, kesiapan melakukan aktivitas seksual jadi poin penting yang harus disetujui oleh masing-masing indvidu. Yup consent atau persetujuan dari kedua belah pihak amat penting. Pasalnya selain penting, kamu dan pasangan harus  benar-benar tahu kapan tubuh siap melakukan aktivitas tersebut. Serta apa saja risiko atau akibat yang nantinya bisa dialami setelah melakukannya. Beberapa hal berikut bisa jadi panduan kamu untuk mempertimbangkan kapan ya kira-kira siap melakukan aktivitas yang berhubungan dengan organ intim.

Usia menentukan kematangan organ reproduksi

Faktor yang penting dalam kesiapan melakukan aktivitas seksual adalah usia. Terlebih buat kamu yang masih sangat muda dan sudah aktif melakukan aktivitas seksual, harus memerhatikan beberapa kondisi lho. Misalnya untuk perempuan harus mempertimbangkan kematangan dan kesiapan organ reproduksinya. Sebab perempuan biasanya lebih punya risiko dari aktivitas seksual tersebut, misalnya kehamilan.

Setiap negara punya patokan dan standar yang berbeda dalam menerapkan standar umur aktivitas seksual. Sebenarnya kesiapan tubuh melakukan aktivitas seksual bisa dilihat dari organ reproduksi yang telah berkembang dan tumbuh kuat.

Tanyakan ini pada diri sendiri sebelum melakukan aktivitas seksual

Persetujuan atau consent dari diri sendiri sangat penting dipertimbangkan agar tidak merasa terpaksa

Selain kesiapan fisik, kamu juga harus mempertimbangkan mental dan batin. Lalu gimana sih biar tahu kalau kita siap atau tidak melakukan aktivitas seksual? Dokter Gen Z merangkum beberapa pertanyaan dari NHS yang bisa kamu lakukan untuk memperkirakan kesiapan kamu, dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini:

Ketika kamu akan melakukan, tanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan di bawah ini:

  1. Apakah aktivitas seks ini dirasa tepat?
  2. Saya betul-betul menyayangi pasangan saya kah?
  3. Apa dia juga menyayangi saya sepenuhnya?
  4. Sudahkah kita membicarakan tentang penggunaan kondom untuk mencegah infeksi penyakit seksual dan HIV, dan apakah diskusi itu berjalan baik?
  5. Apakah kita telah memiliki alat kontrasepsi yang bisa mencegah kehamilan?
  6. Jika saya berkata TIDAK dan berubah pikiran apakah hubungan kita tetap baik-baik saja?

Jika kamu menjawab IYA pada semua pertanyaan di atas, maka saat itulah kamu siap melakukan aktivitas organ intim. Selanjutnya, jika kamu menjawab TIDAK untuk beberapa pertanyaan di atas, baiknya kamu periksa lagi dengan menjawab pertanyaan di bawah ini:

  1. Apakah saya merasa tertekan, misalnya oleh pasangan atau teman?
  2. Apa akan ada penyesalan setelah melakukannya?
  3. Apakah saya berpikir bahwa melakukan aktivitas seks hanya untuk mengesankan teman atau untuk tetap bersama mereka?
  4. Apa saya melakukan ini hanya untuk menjaga pasangan saya?

Nah kalau jawabannya ternyata ada yang IYA artinya kamu belum siap dan ada tekanan dari lingkungan kamu. Selain itu sebelum memutuskan untuk melakukan aktivitas seks pastikan bahwa kamu memahami konsekuensinya. Terakhir nih, ada dalam sebuah hubungan tidak berarti kamu harus melakukan aktivitas seksual lho, bahkan ketika kamu sudah pernah melakukannya.

 

 

 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya