Sebagai website yang berkomitmen menciptakan konten yang relatable untuk remaja, Dokter Gen Z sering kebingungan menentukan hal apa yang benar-benar menarik perhatianmu. Siapa influencer yang pasti kamu like setiap postingannya, siapa tokoh yang jadi idola, grup musik dan penyanyi siapa yang selalu kamu dengar lagunya, sampai tren apa yang sedang jadi bahan perbincangan di sekolah atau kampusmu.

Menyadari keterbatasan ini, Dokter Gen Z akhirnya membuka ruang kolaborasi dengan teman-teman remaja yang bisa menjadi kepanjangan tangan dan mata kami dalam memandang dunia remajamu yang penuh dinamika. Delapan (8) orang perwakilan Youth Advisory Board (YAB) terpilih yang datang dari berbagai latar belakang akan melakukan berbagai kolaborasi dengan Dokter Gen Z untuk menciptakan konten dan program yang remaja banget!

Nah kemarin, tepatnya hari Kamis-Minggu (5-8 Desember 2019), 8 orang teman-teman Youth Advisory Board yang sudah terpilih datang ke Yogyakarta untuk mengikuti pelatihan dan pembekalan yang diadakan oleh Dokter Gen Z. Mau tahu gimana keseruan mereka selama mengikuti pembekalan di Yogyakarta? Simak deh cerita mereka J

Materinya padat tapi membuka mata. Seruuuu!

Susunan acara pembekalan YAB yang diadakan di Yogyakarta kemarin memang cukup padat. Selama hampir 4 hari penuh teman-teman YAB harus berjibaku dengan berbagai macam topik dan isu seputar remaja. Rangkaian acara pertama dimulai dengan kunjungan ke kantor Hipwee untuk perkenalan Dokter Gen Z dan Youth Advisory Board. Di kantor Hipwee perwakilan YAB juga melakukan photoshoot supaya mereka punya konten yang shareable (dan likeable) buat dibagikan ke media sosial.

Setelah itu perwakilan YAB kembali ke hotel untuk mendapatkan gambaran soal apa itu Dokter Gen Z dan perkenalan seluruh perwakilan Dokter Gen Z lewat permainan Know Your Friends Better. Dalam permainan ini fasilitator meminta peserta menggambarkan dirinya lewat jejak kaki dan merayakan kesalahan mereka. Walaupun cuma ‘main-main’, sesi hari pertama ini meninggalkan kesan mendalam buat teman-teman YAB.

“River of life mengajarkan kita untuk open minded dan melihat sebuah hal dari berbagai sisi.” (Nuke, 18 tahun, remaja Jambi yang sedang kuliah di Padang)

Saking serunya sesi, sampai ada perwakilan YAB yang baper sampai menitikkan air mata…..

“Momen yang paling berkesan banyak banget yah, susah gitu milihnya. Tapi yang paling berkesan itu sesi Game Gambar Kaki yang buat aku sempet nangis saat ceritain sosok idola yang membawa perubahan dalam kehidupanku, setelah itu rasanya lega banget dan seneng bisa didengar tanpa dicela Oleh orang-sekitarku.” (Andi Ici, 18 tahun, remaja Serang)

Mengangkat isu lokal, bercerita tentang daerah asal

Materi selanjutnya juga nggak kalah seru. Di hari berikutnya perwakilan YAB fokus belajar menciptakan konten yang bisa mewakili isu-isu sensitif namun tetap menarik untuk remaja. Sesi ini dibawakan oleh Alvin Theodorus dari Tabu.id dan John Hopkins University Centre for Communication Program. Alvin membagikan pengalamannya di Tabu.id dalam meramu konten-konten yang masih dianggap tabu di masyarakat tapi tetap menarik untuk dibicarakan. Bagi Tabu.id cara paling baik untuk menyampaikan isu sensitif adalah dengan mengemasnya sebagai materi dengan muatan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan semata argumentative.

Menutup sesi materi kedua, ada sharingdari Hipwee tentang best practice membuat konten kreatif di website juga sosial media. Semua materi tentang konten dan media sosial dikemas dengan pendekatan lokal. Karena pada akhirnya teman-teman YAB akan berusaha memecahkan masalah di komunitasnya masing-masing. Karena itu teman-teman YAB juga dibekali kemampuan untuk mengangkat isu lokal dan bagaimana cara untuk membuatnya jadi perhatian publik. Siharapkan teman-teman YAB mampu mengemas isu lokal sekreatif mungkin dan membuat isu lokal tersebut naik jadi perhatian publik!

Buat perwakilan YAB, pengalaman ikut pembekalan Dokter Gen Z di Jogja itu kayak filter Instagram. Lucu, geli dan deg-degan jadi satu

 “Ini pertama kalinya aku naik pesawat jauh sendirian. Dateng ke Jogja, bisa ketemu sama temen dan kenalan baru. Bisa ngerasain vibesnya kota budaya yang orangnya ramah-ramah banget. Untungnya, kakak-kakak panitia berbaik hati ngasih waktu jalan-jalan. Jadi bisa sekalian ngerasain jadi turis ” (Andi Ici Yanti, 17 tahun, Serang)

Ketemu temen-temen baru, jelas. Ada juga yang jadi pengalaman pertama buat traveling jauh sendirian. Lokasi pembekalan di Jogja juga jadi poin yang menyenangkan buat temen-temen YAB. Nggak cuma dapat ilmu baru, tapi juga bisa sekalian jalan-jalan.

Walaupun sebelumnya ada drama salah beli tiket pesawat dan rasa takut karena nggak ditemenin sama pendamping dari kota asal temen-temen YAB berhasil mengalahkan semua tantangan dan bisa meng-upgrade diri mereka di Jogja. Good job, guys!

Ini dia ide segar dan komitmen perwakilan YAB sepulang dari Jogja

“Saya ingin melakukan sosialisasi ke daerah-daerah yang memerlukan pengetahuan lebih tentang kesehatan seksual dan reproduksi terkhususnya mengenai pernikahan dini. Saya ingin membuat perubahan pandangan di sekitar saya mengenai kesehatan seksual dan reproduksi yang selama ini dianggap tabu jadi sesuatu yang normal untuk dibicarakan.” (Tasya Aimeilia, 18 tahun, remaja Makassar)

 

“Sepulang dari pembekalan ini, saya akan berusaha mengajak teman-teman remaja berpikir lebih terbuka dalam menghadapi setiap permasalahan yang mereka hadapi. Saya juga akan menyebarkan semangat itu melalui sosial media dengan cara-cara kreatif.” (Kurniawan Aldo, 17 tahun, remaja Kutai Kartanegara)

 

Dari sesi pembekalan selama beberapa hari, teman-teman perwakilan YAB berhasil mengemukakan ide-ide kreatifnya untuk mengedukasi teman-teman di daerah asalnya. Idenya pun segar, mulai dari bikin konten kreatif yang akan disebarkan via Podcast atau Media Sosial sampai membuat akun Instagram yang sesuai buat remaja. Mereka juga sudah punya gambaran step by step apa saja yang perlu mereka lakukan untuk mewujudkan ide kreatifnya. Salut! 

 

Good luck buat teman-teman YAB! Kalau kamu merasa ada isu di daerahmu yang perlu dibahas, jangan ragu untuk menghubungi teman-teman Youth Advisory Board Dokter Gen Z ya….

  • 130
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya