Silent carrier, pernah nggak denger istilah ini selama pandemi COVID-19 terjadi? Atau ada yang pernah denger kalimat di bawah ini?

Yang kena Corona mah yang tua dan punya sakit bawaan, kita mah masih muda. Sehat lagi!”

Pasalnya penularan virus Corona jenis baru ini nggak selalu diikuti oleh gejala. Menurut Halodoc, inilah yang disebut sebagai pengidap COVID-19 tanpa gejala atau silent carrier. Istilah jangkitan seperti ini disebut juga sebagai OTG atau orang tanpa gejala. Hmmm meskipun kamu masih muda dan merasa sehat, nggak menutup kemungkinan bisa ketularan.  Soalnya kamu bisa bawa virus ini ke orang-orang sekitar kamu tanpa kamu sadari. Dilansir dari Kompas.com, dokter Achmad Yurianto mengatakan bahwa 60 persen pasien COVID-19 tidak merasakan gejala kesehatan apapun. Jadi walaupun kamu nggak batuk-batuk dan merasa sehat, bukan berarti kamu bebas virus Corona ya! 

Hal serupa ini pun pernah diberitakan oleh media China, South China Morning Post. Sebanyak 43 ribu dari 80ribu atau sekitar 54 persen orang yang dites dengan hasil positif COVID-19, hampir tidak menunjukkan gejala. Atau gejala yang pertama timbul relatif cukup lama. Walaupun biasanya gejala COVID-19 bisa dilihat setelah lima hingga 14 hari, bagi orang yang positif tanpa gejala, bisa lebih lama atau tidak terlihat sama sekali. 

Silent carrier jadi salah satu faktor mengapa virus Corona menyebar dengan cepat, sebab mereka tidak merasakan gejala atau sakit tapi bisa menularkan. Sayangnya belum ada penelitian lebih lanjut terkait bagaimana silent carrier mampu menularkan virus Corona. Makanya walaupun kita ngerasa sehat, kita harus tetap rajin cuci tangan, jaga jarak, dan pakai masker di tempat umum. Nah buat kamu yang masih punya banyak pertanyaan terkait COVID-19, bisa baca artikel selengkapnya bersama dokter Telly Kamelia di sini dan tetap semangat ya. This too shall pass!

  • 5
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya